Adaptasi Prokariot yang Tidak Memiliki Dinding Sel Terhadap Stress Osmotik

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 2 Average: 4.5]

Meski pada umumnya organisme prokariota tidak mampu bertahan hidup tanpa adanya dinding sel, ada beberapa yang memiliki kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dalam keadaan stress osmosis.

Contohnya adalah Thermoplasma, salah satu spesies Archaea yang mampu bertahan hidup tanpa dinding sel. Pada membran selnya, Thermoplasma memiliki molekul yang disebut lipoglikan yang memiliki fungsi sebagai penguat dan penambah rigiditas sel (Madigan et al. 2015).

Smith (1984) juga menyebutkan bahwa Mycoplasma, prokariota tanpa dinding sel lainnya juga memiliki lipoglikan untuk memperkuat struktur membrane sel dan meningkatkan rigiditas.

Mycobacterium memiliki jumlah sterol yang tinggi pada membran selnya. Sterol tersebut memiliki fungsi yang sama dengan lipoglikan pada Thermoplasma, yakni memperkuat dan meningkatkan rigiditas sel dari Mycoplasma. 

Beberapa jenis Thermoplasma seperti T. acidophillum juga memiliki struktur yang disebut S-layer. S-layer adalah dinding sel parakristal yang umum pada Archaea. S-layer terdiri dari glikoprotein yang berfungsi sebagai osmotic protector, dan menjaga keseimbangan pH sel tersebut (Madigan et al. 2015) .

Daftar Pustaka

Madigan, M. T., J. M. Martinko, K.S. Bender, D.H. Buckley, dan D. Stahl  2015. Brock biology of microorganisms 14thEdition. Pearson Education Inc. Smith, PF.1984. Lipoglycans from mycoplasmas. J. Crit Rev Microbiol. Vol:11(2):157-86. 

Leave a Comment