Biology Project: Pemanfaatan Limbah Tebu Sebagai Bahan Baku Utama Biodiesel

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

Pendahuluan: Pemanfaatan Limbah Tebu Sebagai Bahan Baku Utama Biodiesel

Pengembangan bioenergi mendapat perhatian luas di dunia akibat kekhawatiran akan habisnya sumber minyak dan perubahan iklim global (Osunkoya dan Okwudinka, 2011). Selain itu, pengembangan bioenergi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan membuka lowongan kerja terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu bioenergi yang banyak dikembangkan dewasa ini adalah biodiesel atau biosolar. Hambatan utama industri biodiesel di Indonesia adalah harga bahan baku berupa minyak nabati yang tinggi dan merupakan minyak konsumsi (edible oil) (Hala et al, 2011) hingga perlu dicari bahan baku (feedstock) alternatif. Salah satu bahan baku alami yang berpotensi sebagai sumber utama pengembangan biodiesel adalah limbah tebu yakni molase dan baggase.

Pemanfaatan Limbah Sugarcane Sebagai Bahan Baku Biodiesel
Pemanfaatan Limbah Sugarcane Sebagai Bahan Baku Biodiesel

Pemanfaatan Molase Sebagai Sumber Biodiesel

Molase adalah limbah pengolahan tebu dengan kuantitas sebesar 5% dari total produksi (Nelson et al, 2008). Molasses umumnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku bioethanol dengan koefisiensi konversi sebesar 52% dari total biomassa yang digunakan (Periyasamy, 2009) Namun, di berbagai tempat, molase belum dimanfaatkan lebih lanjut hingga cenderung dibuang begitu saja dan merusak lingkungan. Permasalahan limbah molase tersebut dapat diatasi dengan menggunakan bioremediasi berbasis yeast oleaginous. Bioremediasi adalah proses degradasi limbah dengan agen biologis hingga menghasilkan produk yang tidak berbahaya (US-EPA, 2010). Pemanfaatan molasse sebagai bahan baku bioethanol dan lipid asal yeast oleaginous tersebut, dapat dikembangkan pula produksi  biosolar secara simultan. Hingga dalam kegiatan ini, dapat diatasi dua masalah sekaligus, yakni masalah pencemaran lingkungan oleh molase yang tidak dikelola dengan baik dan pengembangan  produksi strategis biosolar dengan yeast oleaginous osmotoleran asal molase sebagai core system.

Pemanfaatan Baggase Sebagai Bahan Baku Biodiesel

Limbah tebu berupa bagasse dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif yang murah, mudah didapat dan terbarukan. Saat ini pengolahan bagasse hanya sebatas sebagai bioetanol, padahal kandungan selulosa dalam bagasse berpotensi untuk diolah menjadi biodiesel yang lebih ramah lingkungan. Produksi biosolar umumnya menggunakan katalis kimia yang biayanya relatif tinggi. Sehingga digunakan mikrobia indigenous bagasse untuk mengonversi selulosa menjadi lipid bahan baku biosolar menggantikan fungsi katalis kimia tersebut. Yeast oleagenous Indigenous merupakan mikrobia dalam bagasse yang diharapkan dapat mengonversi selulosa menjadi lipid secara optimum dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.

Naskah Lengkap: Proposal PKMP Project 2015 PDF

[gview file=”http://evilgenius.student.unej.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/kiky-semifix.docx”] [gview file=”http://evilgenius.student.unej.ac.id/wp-content/uploads/2014/11/VIVTA-SEMIFIX.docx”]

 

1 thought on “Biology Project: Pemanfaatan Limbah Tebu Sebagai Bahan Baku Utama Biodiesel”

Leave a Comment