Hematopoiesis: Proses Pembentukan Sel Darah

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

Hematopoiesis adalah produksi semua komponen seluler darah dan plasma darah. Pada manusia dewasa, proses hematopoiesis ini terletak di sistem hematopoietik, yang meliputi organ dan jaringan seperti sumsum tulang, hati, dan limpa.

Jenis-jenis Sel Darah

Sebelum mengetahui proses hematopoiesis, pelajari berikut 3 jenis sel darah dan fungsinya:

  1. Sel darah merah (eritrosit): Sel darah pengangkut oksigen dan karbondioksida.
  2. Sel darah putih (leukosit): Sekelompok sel darah anggota sistem imun tubuh. Terdapat 5 jenis leukosit yang telah diketahui.
  3. Platelet (trombosit, keping darah): Sel yang bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah saat terjadi luka.
Jenis-jenis sel darah: eritrosit, trombosit, dan sel darah putih (sumber: Craig Daily News)

Definisi Hematopoiesis

Sel-sel darah dalam tubuh manusia berkembang dari sel embrionik yang disebut Haematopoietic Stem Cell (HSC). HSC adalah sel-sel heterogen yang mampu berdiferensiasi menjadi berbagai sel darah. Misalnya sel darah merah, sel darah putih dan platelet.

Perkembangan HSC menjadi sel-sel darah dikontrol oleh sejumlah zat pengontrol seperti haematopoietic growth factor dan beberapa jenis sitokinin.

Singkatnya, definisi hematopoiesis adalah proses diferensiasi sel punca hematopoietik menjadi berbagai jenis komponen seluler darah. Proses ini dikontrol oleh berbagai zat pengontrol khususnya haematopoietic growth factor.

Tempat Hematopoiesis

Pada individu dewasa, sel-sel HCS bersumber dari sumsum tulang, baik sumsung tulang belakang dan tulang besar lain seperti tulang femur, pelvic maupun sternum.  

Sedangkan pada embrio yang mengalami perkembangan, HSC bersumber dari suatu agregat sel darah yang disebut blood island, dan pada perkembangan selanjutnya, sel-sel darah akan dibentuk di limpa, hari dan nodus limfatik.

Setelah sumsum tulang terbentuk, jaringan tersebut menghandle produksi darah. Namun, pematangan dan aktivasi sel-sel darah terjadi di nodus limfatik.

Manusia memiliki lokasi diferensiasi sel darah berbeda. Pada juvenile, sel darah dihasilkan dan berkembang di tulang panjang seperti tibia dan femur. Sedangkan pada individu dewasa, terletak pada pelvic, sternum, kranium dan tulang belakang.

Tempat proses haematopoiesis berlangsung pada manusia, tikus, dan Zebrafish

Fase-Fase Hematopoiesis

Fase-fase berdiferensiasinya HCS menjadi sel darah disebut Hematopoiesis dari gambar 1. dapat dilihat bahwa HPC berkembang menjadi sel-sel darah fungsional melalui beberapa tahap. Tahapan perkembangan sel darah tersebut antara lain:

  • Mesoblastik: Fase yang terjadi saat embrio berumur 2 – 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan adalah HbG1, HbG2, dan Hb Portland.
  • Hepatik: Fase yang dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur 12 minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Pada fase ini, Hb (haemoglobin) mulai dihasilkan pada sel darah merah
  • Mieloid Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang, kelenjar limfonodi, dan timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit, dan trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus yaitu limfosit, terutama limfosit T.
Diferensiasi Hematopoiesis Cell Menjadi Berbagai Jenis Sel Darah
Gambar 1. Diferensiasi Hematopoiesis Cell Menjadi Berbagai Jenis Sel Darah

Faktor Yang Mempengaruhi Diferensiasi Sel Darah

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang hematopoietik. Berikut ilustrasi fase perkembangan sel darah beserta faktor-faktor pertumbuhan yang mempengaruhi diferensiasi sel-sel tersebut:

Perkembangan Sel darah serta faktor yang mempengaruhi proses tersebut
Gambar 2. Perkembangan Sel darah serta faktor yang mempengaruhi proses tersebut

Proses Haematopoiesis

Leave a Comment