Ilmuwan USA Temukan Bakteri Pembentuk Biogasoline (Bensin)

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

Bahan bakar berbasis bakteri berhasil ditemukan oleh kelompok ilmuwan amerika yang tergabung dalam U.S. Department of Energy (DOE)’s Joint BioEnergy Institute (JBEI). Bakteri Escherisia coli transgenik tersebut diindikasi memiliki kemampuan mengkonversi dan sekaligus toleran terhadap biogasoline yang terbentuk secara maksimal.  Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan data transkriptomik (berbagai RNA yang bertanggung jawab dalam ekspresi gen) serta jalur metabolisme untuk memetakan beberapa gen yang bertanggung jawab terhadap sifat pembawa toleransi dan kemampuan transformasi isopentenol, sang biogasoline. Isopentenol sendiri merupakan molekul alkohol berkarbon lima yang memiliki prospek sebagai biofuel masa depan namun memiliki toksisitas tinggi terhadap bakteri transformannya. 

bakteri pembentuk biogasoline
Tim Peneliti menunjukkan bakteri pembentuk biogasoline

Mukhopadhyay, salah satu tim peneliti yang terlibat menyatakan bahwa salah satu target penelitian mereka selain mengidentifikasi gen toleran dan biotransformasi biogasoline tersebut adalah untuk mengontrol biosintesis asam amino dan pembentukan transporter ABC (protein yang bertanggung jawab terhadap perpindahan suatu substansi dari dalam dan luar sel) yang toleran terhadap toksisitas alkohol berantai pendek.

Pengembangan biofuel berbasis mikrob sangat berpotensi baik dari segi ekonomi dan lingkungan. Keuntungan pengembangan bioenergi dari segi ekonomi adalah kemampuan mikrob tumbuh dan mentransformasi substrat mentah menjadi produk bahan bakar biologis akan mengurangi biaya produksi. Seperti pada efek positifnya pada lingkungan, mikrob tersebut mampu mengubah limbah dan CO2, gas rumah kaca terbesar di atmosfer menjadi bahan bakar hingga lingkungan, secara teknik lebih “bersih”.

Sumber

Leave a Comment