Contoh Makalah Toksikologi Lingkungan

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

Pendahuluan: Toksik Dalam Makanan dan Minuman

Toksikologi lingkungan merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari senyawa kimia yang bersifat toksik hingga merugikan terhadap organisme hidup dan merugikan terhadap kesehatan manusia. Tujuan mempelajari toksokilogi lingkungan adalah untuk mengetahui jenis-jenis zat toksin (toksikan) mekanisme toksikan menyerang tubuh organisme, mengetahui kejala keracunan, dan menanggulangi bahaya yang diakibatkan zat toksik di lingkungan.

Makanan adalah sumber energi bagi manusia. Karena jumlah penduduk yang terus berkembang, maka jumlah produksi makananpun harus terus bertambah untuk mencukupi jumlah penduduk (Agnesa, 2011). Kebutuhan makan yang meningkat membuat produksi makanan dan minuman menjadi “ajang kecurangan” dengan menambahkan beberapa zat kimia berbahaya dalam produk yang dihasilkan seperti penambahan boraks dan formalin yang ramai diberitakan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya zat kimia semacam boraks dan formalin adalah zat bersifat toksik membuat pemakaian zat kimia tersebut cenderung “biasa” digunakan. Kebiasaan buruk tersebut berakibat menurunnya kualitas kesahatan akibat keracunan akut (Shibamoto dan Bjeldanes, 2009).

Kebutuhan masayarakat akan bahan pangan juga terkadang membuat masyarakat kurang hati-hati dalam memilih bahan makanan. Ada beberapa bahan makanan yang secara alami memiliki zat toksik seperti gadung dan ketela pohon yang memiliki kandungan asam sianida yang tinggi serta beberapa makanan laut seperti ikan fugu dan beberapa jenis kerang-kerangan yang memiliki kadar neurotoxin tinggi hingga dapat menimbulkan keracunan hebat bila tidak diolah dan dinetralisir terlebih dahulu.

Jenis Jenis Toksikan Dalam Makanan

  • Toksin alami: adalah kelompok toksin yang secara alamiah ada dalam makanan termasuk dalam kelompok ini adalah phenol, glikosida sianogen, glukosinolat, inhibitor asetilcholinesterase, amina biogenik, dan stimulan sentral.
  • Zat anti nutrisi: Adalah substansi yang dapat mempengaruhi senyawa makanan sebelum dimakan, selama pencernaan dalam saluran pencernaan dan setelah penyerapan oleh tubuh. Pengaruh negatif dari zat anti nutrisi tidak segera nampak sebagaimana senyawa toksik pada makanan.
  • Kontaminasi zat beracun: Kontaminasi zat beracun dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu pertama; bercampur secara langsung dengan bahan-bahan yang mengandung racun, yang kedua karena produk tersebut telah memakan racun, misalnya ikan terkena racun (logam berat) dan susu yang berasal dari hewan yang terkena racun, dan yang ketiga adalah kontaminasi yang berasal dari mikroorganisme.

Demikian makalah toksikologi lingkungan ini. Semoga dapat membantu proses pembelajaran Anda

Leave a Comment