MEKANISME ANTIFUNGAL ASAM ORGANIK

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

MEKANISME ANTIFUNGAL ASAM ORGANIK

Asam Organik dan Asam Lemah: Umumnya berbagai asam organik lemah seperti asam laktat, asam benzoat, asam sitrat dan asam sorbat mencegah mikrob penyebab kebusukan makanan dengan menginhibisi germinasi spora. Selain itu, kemampuan asam-asam organik tersebut mengubah pH lingkungan mampu menyebabkan membran sel fungi yang memiliki berbagai protein fungsional maupun struktural menjadi rusak. Kerusakan membran tersebut dapat mengakibatkan fungi target tidak mampu mengambil partikel makanan yang bermuatan (anion atau kation) akibat protein transmembran yang berfungsi sebagai ion gate rusak. Beberapa mekanisme penghambatan pertumbuhan fungi oleh asam organik antara lain:

    Asam Benzoat: asam benzoat adalah asam lemak yang telah disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) sebagai pengawet makanan dalam jumlah yang dibatasi. Asam benzoat dapat mencegah beberapa jenis fungi seperti Sacharomyces sp. Dan Zygosaccharomyces sp. denganĀ  mencegah fungi-fungi tersebut melakukan makroautofagi, yakni proses fisiologi yang memungkinkan jenis fungi tersebut bertahan pada keadaan miskin nutrisi. Secara observatif, asam benzoat mampu menginhibisi enzim yang berperan pada mikroautofagi terinduksi kekurangan nitrogen pada fungi dengan menyebabkan peturbasi pada membran sel hingga sel fungi tersebut tidak dapat mengikat nitrogen yang dibutuhkan dari lingkungan. Mekanisme lain yang diketahui adalah kemampuan asam benzoat menurunkan fungsi esensial mitokondria hingga sel fungi mengalami kekurangan ATP yang dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh kegiatan fisiologisnya.
    Asam asetat: asam asetat merupakan salah satu asam organik yang bersifat lipofilik. kemampuan asam laktat berikatan dengan lipid dan membuat lipid mudah larut tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada membran sel fungi. Akibatnya, fungi tidak mampu mempertahankan bentuknya dan sel mengalami lisis. Asam asetat juga merupakan asam organik dengan kemampuan penetrasi pada dinding sel fungi yang tinggi hingga sangat efektif dalam penghambatan pembusukan makanan yang disebabkan oleh fungi atau bakteri.
    Natrium Benzoat: natrium benzoat adalah bentuk garam dari asam benzoat yang dapat merusak DNA mitokondria fungi hingga fungi tidak dapat melakukan sintesis ATP sebagai sumber energi esensial pertumbuhannya. Selain itu, kemampuan natrium benzoat menurunkan pH pada sitosol menyebabkan enzim yang berperan pada fermentasi anaerob fungi, yakni enzim fosfofruktokinase terhambat dan sel tidak dapat menghasilkan energi dari fermentasi anaerob.
    Asam laktat: Seperti asam asetat, asam laktat merupakan asam yang bersifat lipofilik dan mampu mencegah pertumbuhan fungi dengan merusak stabilitas membran sel yang terdiri dari bilayer fosfolipid. Kerusakan membran sel
    menyebabkan sel tidak mampu mempertahankan bentuknya dan tidak mampu melakukan transport materi akibat protein transporter mengalami denaturasi dan kehilangan konformasi fungsionalnya. Selain itu, asam laktat juga mampu menghambat germinasi spora dan perkembangan sel.