Pengertian, Struktur dan Fungsi Sel

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 4 Average: 4.8]

Pengertian, Struktur dan fungsi Sel – Sel merupakan unit dasar dan fungsional dari sebuah makhluk hidup. Semua kegiatan terjadinya sebuah kehidupan itu berdasar dari aktivitas sel-sel yang bertugas sebagaimana ia berfungsi. Sebagian ilmuwan juga ada yang mengatakan sel adalah unit tersederhana atau terendah dalam tingkatan organisasi makhluk hidup. Manusia sendiri memiliki ribuan sel yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya serta memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Pengertian dan Fungsi Sel

Pengertian Sel Sebagai Unit Terkecil Makhluk Hidup

Sel adalah unit terkecil makhluk hidup. Sel dapat memperoleh dan memproses nutrisi yang ia butuhkan sendiri. Sel juga dapat dibedakan satu sama lain dari sebuah jaringan berdasarkan morfologinya. Oleh karena itu, sel disebut sebagai satuan terkecil makhluk hidup.

Jenis-jenis organisme Berdasarkan Jumlah & Struktur Sel

Makhluk hidup dibagi menjadi dua jenis berdasarkan jumlah sel yang mereka miliki yakni uniseluler dan multiseluler. Makhluk hidup uniseluler merupakan makhluk hidup bersel satu contohnya seperti bakteri, arkhea, khamir, dan amoeba. Sedangkan organisme multiseluler merupakan makhluk hidup bersel banyak contohnya seperti manusia, hewan, dan juga tumbuhan.

Struktur sel dibagi menjadi dua jenis yakni sel prokariotik dan sel eukariotik. Perbedaan paling umum pada ciri kedua dari sel ini adalah sel prokariotik tidak memiliki membran inti sel sedangkan sel eukariotik memiliki membran inti sel. Secara umum struktur sel terdiri dari tiga bagian yaitu membran sel, sitoplasma dan inti sel.

Bidang Ilmu yang Mempelajari Sel dan Strukturnya

Ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi sel adalah sitologi. Biologi molekuler adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari proses sintesis biomolekul dalam sel. Keduanya sangat berkaitan satu sama lain.

Struktur Sel & Fungsinya

Membran Sel

Membran sel ini merupakan selaput tipis terluar sel. Membran ini juga sering di sebut plasmalema. Ia berfungsi sebagai mengatur hubungan antara kompnen dalam dengan komponen luar sel-sel lainya. Membran ini terdiri dari lemak, protein juga karbohidrat.

Sitoplasama

Sitoplasma atau disebut juga dengan cairan sel ini merupakan bagian dari komponen utama sel selain nukleus, ia berfungsi sebagai pelarut serta tempat terjadinya reaksi kimia di dalam sel. Cairan sel ini memiliki sifat koloid yang mana berbentuk cairan campuran yang terbentuk dari dua zat homogen. Dalam sitoplasma juga terdapat sitoskeleton, vesikula, serta sitosol.

Inti sel

Inti sel atau di sebut juga nukleus ini merupakan bagian sel terpenting di dalam sel. Ia berperan dalam mengatur aktivitas sel itu sendiri. nukleus biasanya berbentuk lonjong atau bulat. Di dalam inti sel juga terdapat sebua inti lagi yang di namakan nukleolus.

Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan suatu organel sel yang berada di sitoplasma yang membentuk seperti kantong pipih dan meluas. Retikulum endoplasma tersusun dari gelembung membran atau sisterna dan tubula. Retikulum endoplasma juga dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu pipa (tubulus), lamela (sisterna), dan vesikula. Sedangkan berdasarkan strukturnya, retikulum dibagi menjadi dua bentuk, yaitu retikulum endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH). Retikulum endoplasma berfungsi sebagai menyalurkan bahan-bahan yang dibutuhkan organel sel. Berperan sebagai metabolisme, detoksifikasi, dan pemindahan polipeptida metabolis.

Retikulum endoplasma terletak diluar inti sel. RE kasar terlihat berbintik karena terdapat sejumlah ribosom di dalamnya.

Ciri retikulum endoplasma kasar (REK) adalah ia meiliki struktur berebentuk lamela (sisterna), berposisi dekat dengan sel, memiliki ribosom, dan berfungsi sebagai sintesis protein. Contoh selnya adalah seperti sel goblet, dan sel epitel usus. Ciri retikulum Endoplasma halus (REH) adalah ia berstruktur seperti pipia (tubulus), posisinya juga cenderung jauh dari inti sel, tidak adanya ribosom, dan berfungsi sebagai sintesis lipid, regulasi, dan detoksifikasi. Contoh selnya seperti sel otot dan sel lemak.

Badan golgi

Badan golgi merupakan tumpukan-tumpukan yang bermembran seperti kantong pipih. Pada sel tumbuhan badan golgi disebut juga dengan diktiosom. Pada sel eukariotik badan golgi memiliki banyak fungsi, di antaranya pelepasan membran baru untuk membran plasma, pemrosesan protein yang disintesis oleh ribosom pada retikulum endoplasma kasar, membentuk dinding sel, dan pengemasan bahan-bahan sekretori yang dikeluarkan dari sel.

Ribosom

Ribosom merupakan organel sel yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein. Struktur dan ciri-ciri ribosom yakni tidak memiliki membran sel, terdiri dari protein dan rRNA, dan berukuran antara 15-20 nm.  

struktur ribosom
Struktur ribosom sel eukariotik dan prokariotik

Badan mikro

Badan mikro merupakan organel sel yang berbentuk ovoid atau sferis yang mengandung enzim flavin oksidase dan katalase. Terdapat dua jenis pada badan mikro yakni glioksisom dan peroksisom. Peroksisom berperan sebagai aktivitas peroksidatif yaitu yang berkaitan dengan senyawa perantara dalam reaksi, yaitu hidrogen peroksida. Sedangkan glioksisom merupakan organel sel tumbuhan yang mengandung enzim untuk seluruh siklus glikolat, yang memiliki fungsi pada glioksisom atau juga mitokondria.

Sitoskeleton

Sitoskeleton bisa di sebut juga dengan kerangka sel, ia memiliki ciri seperti anayaman-anyaman filamen halus. Ia berfungsi sebagai mekanisme gerakan di dalam sel seperti perpindahan organel sel ke tempat yang lain. Sitoskeleton itu sendiri memiliki tiga macam yakni filamen intermedia, mikrofilamen, dan mikrotubulus.

Lisosom

Lisosom merupakan organel sel yang berbentuk bulat dan mengandung enzim hidrolase asam. Lisosom diselubungi membran pembatas yang membuatnya terlihat mirip kantong bulat. Fungsi lisosom sendiri yakni mencerna zat-zat asing yang masuk kedalam sel, atau organel rusak. Lisosom juga berfungsi sebagai penyimpan enzim pencernaan seluler.

Fungsi lisosom adalah untuk mencerna makanan dan mendegradasi organel rusak (Credit: Britannica)

Mitokondria

Merupakan organel sel yang berlapis membran rangkap dan berbentuk bulat tapi panjang. Bagian dalam mitokondria berupa cairan yang di sebut matriks mitokondria, yang mengandung DNA, enzim sitokrom, protein dan juga RNA.  Mitokondria berperan sebagain respirasi sel.

Plastida

Plastida hanya terdapat pada sel tumbuhan. Maka dari itu ia mengandung pigmen hijau atau klorofil. Plastida merupakan organel sel yang memiliki membran rangkap (organel endomembran) dengan bentuk dan fungsi bermacam- macam.

Terdapat tiga macam plastida yang umum dikenal yaitu kloroplas yang berfungsi menyerap gelombang cahaya saat sintesis, leukoplas yang berfungsi menyimpan cadangan makanan, dan kromoplas yang biasanya organel sel yang terdapat pada bunga.

Selain ketiganya, berikut jenis-jenis plastida dalam sel tumbuhan dan fungsinya:

Jenis-jenis plastida dalam sel dan fungsinya (Kaundal et al. (2013))

Vakuola

vakuola merupakan ruangan dalam sel yang mengandung cairan vakuola. Pada sel tumbuhan ketika tumbuhan semakin tua, maka ukuran vakuola semakin besar. Di dalam vakuola terdiri dari cadangan makanan dan pigmen. Vakuola mengandung zat garam organik, enzim, glikosida, dan butir pati atau amilum. Vakuola sendiri berfungsi sebagai tempat penampungan zat sisa, mencerna makanan, serta mengatur keseimbangan sel.

Sentrosom dan Sentriol

Organel sel ini terdapat pada hewan. Sentrosom atau sentriol terdiri dari tabung panjang yang tersusun mirip bintang. Akibatnya, sentrosom terlihat seperti berbentuk seperti bintang memanjang. Sentrosom sendiri berfungsi menggerakkan kromosom saat pembelahan sel.

struktur sentrosom
Struktur sentrosom

Rangkuman: Struktur Sel & Fungsinya

Bagian-bagian SelFungsi
1.       Dinding sel pada tumbuhanMempertahankan bentuk dan melindungi isi sel
2.       Membran plasma (membran sel)Mengatur lalu lintas zat-zat ke dalam dan keluar sel, penerima sinyal (reseptor rangsangan), batas sitoplasma dan lingkungan ekstrasel
3.       SitoplasmaTempat berbagai jenis molekul dan organel, lingkungan berlangsungnya reaksi biokimiawi dan metabolisme sel.
4.       Nukleus (Inti sel)Mengendalikan atau mengatur seluruh kegiatan yang terjadi di dalam sel.
5.  MitokondriaTempat respirasi sel, terutama sel eukariotik untuk memanen energi.
6.   PlastidaFungsi dan jenis-jenis plastida: kloroplas: tempat berlangsungnya fotosíntesis, leukoplas tempat pembentukan dan penyimpanan: pati (amiloplas), proteoplas tempat penimbunan protein, dan elaioplas, tempat penimbunan lemak.
7.   Retikulum Endoplasma (RE)RE kasar: transpor dan sintesis protein dan RE halus: tempat sintesis lipid
8.   Aparatus golgiTempat penampungan dan modifikasi protein hasil sintesis dari RE kasar
9.   LisosomMelisis zat-zat yang masuk ke dalam sel serta menghancurkan organel yang rusak atau tidak berfungsi lagi.
10.    SentriolBerperan dalam pembelahan sel, terutama pergerakan kromosom
11.   RibosomAparatus tempat terjadinya sintesis protein
12.   VakuolaKantung tempat cadangan makanan dan pengatur tekanan turgor
13.     Badan Mikro: peroksisom dan glioksisom.–peroksisom: menguraikan asam glikolat hasil fotosintesis, dan berperan dalam fotorespirasi.–glioksisom: menguraikan lemak menjadi karbohidrat atau sebaliknya.

Pertanyaan Seputar Sel, Struktur, & Fungsinya

Untuk mengetahui struktur dan fungsi sel tubuh organisme harus mempelajari

Sitologi dan biologi molekuler

Mengapa sel disebut unit kehidupan terkecil?

Sebuah sel mampu melaksanakan semua fungsi kehidupan, seperti memperoleh dan mengolah nutrisi, melakukan ekskresi, respirasi, dll. Oleh karena itu, sel disebut unit fungsional dari kehidupan. Selain itu, seluruh makhluk hidup terdiri dari sel-sel

Sumber pustaka

Kaundal, R., Sahu, S., Verma, R., & Weirick, T. (2013). Identification and characterization of plastid-type proteins from sequence-attributed features using machine learning. BMC Bioinformatics. 14. S7. 10.1186/1471-2105-14-S14-S7.

Cell Structure and Function – Libretext.org

What Is a Cell? – Nature Scitable