Solusi PENGEMBANGAN ENERGI HIJAU& DEGRADASI LINGKUNGAN DI LAPINDO

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

ABSTRAK

Kebutuhan manusia akan sumber energi terus meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan pertumbuhan teknologi industri di seluruh dunia. Disisi lain, pemakaian bahan bakar sebagai salah satu sumber energi menyumbang sekitar 20% emisi gas rumah kaca dan polutan lain yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan pemanasan global (Koch, 2000). Salah satu solusi mutakhir yang dapat menyelesaikan masalah pembaharuan sumber energi dan sekali mampu mengatasi degradasi lingkungan adalah sistem eko-energi. Eko-energi merupakan sistem yang mengilustrasikan sistem pengelolaan bio-energi yang dikembangkan dengan menggunakan konsep ekologi untuk menyelesaikan masalah krisis energi dan kerusakan lingkungan sekaligus (Edmunson et al., 2011).
Lokasi di Indonesia yang cocok untuk dijadikan pusat pengembangan eko-energi adalah di lokasi bencana Lumpur Sidoarjo (Lumpur Lapindo). Luapan lumpur panas hingga 20 Maret 2013 telah mencapai 50.000 m3 dan untuk mengatasinya, pemerintah melalui Perpres 14/2007 jo 40/2009 mengalirkan lumpur tersebut ke Laut melalui Kali Porong (Bapenas Lusi, 2011).
Pembuangan luapan lumpur ke kali Porong merupakan langkah yang membahayakan ekosistem sungai Porong dan Laut disekitar luapan. Sistem ekoenergi dapat menjadi solusi untuk mengeliminasi kandungan cemaran logam berat dan zat-zat kimia toksik dengan mengkulturkan alga bioremediator sebelum dialirkan ke Sungai Porong. Mikroalga Chlorella vulgaris mampu mengurangi kadar logam berat seperti timbal pada air buangan pabrik tekstil hingga 80 mg/liter (Gee and Dudeney, 1988). Selain itu, mikroalga tersebut memiliki biomassa dan oil content yang tinggi hingga cocok digunakan sebagai bahan bakar industri bioenergi seperti biodiesel dan bioethanol (Chisti et al. 2007). Alga yang dikultivasi selanjutnya dipanen biomassa dan algal-oilnya untuk mendapatkan sumber energi terbaharukan seperti biodiesel, biohidrogen dan bio-premium (Graunke & Wilkie, 2008). Hal tersebut mendukung wacana komersialisasi mikroalga sebagai bahan baku utama industri biodiesel seperti yang telah diterapkan negara maju seperti Amerika Serikat (Oilgae Team, 2012).
Pengembangan sistem eko-energi berbasis alga di sekitar lokasi semburan lumpur Sidoarjo akan menyelesaikan tiga masalah sekaligus antara lain masalah lingkungan yang diakibatkan oleh kandungan logam berat dan zat-zat toksin dalam lumpur dan mengatasi krisis energi dengan pemanfaatan alga bioremediator sebagai feedstock produksi biodiesel, biopremium maupun biohidrogen.

Kata kunci: Lumpur Sidoarjo, Bioreaktor, ekoenergi, mikroalga bioremediator, bioenergi

Leave a Comment