Tebu Tahan Dingin dan Kandungan Minyak Tinggi Ditemukan Oleh Ilmuan Amerika

ScienceDaily.Com- Sugarcane (Indonesia:Tebu) yang awalnya hanya dikenal sebagai penghasil gula dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan U.S. Department of Energy’s ARPA-E Energy Innovation Summit in Washington, D.C. Amerika Serikat sebagai tanaman tahan dingin dan berkadar minyak tinggi hingga dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Stephen P. Long, Profesor dari Universitas Ilinois yang menginisiasi proyek tersebut menerangkan bahwa biodiesel adalah topik yang menarik, berbagai bahan didapur saja dapat Anda konversi sendiri menjadi biodiesel.”

Penegmbangan Sugarcane PRG Tahan Dingin
Penegmbangan tebu PRG Tahan Dingin

Read moreTebu Tahan Dingin dan Kandungan Minyak Tinggi Ditemukan Oleh Ilmuan Amerika

Biology Project: Pemanfaatan Limbah Tebu Sebagai Bahan Baku Utama Biodiesel

Pendahuluan: Pemanfaatan Limbah Tebu Sebagai Bahan Baku Utama Biodiesel

Pengembangan bioenergi mendapat perhatian luas di dunia akibat kekhawatiran akan habisnya sumber minyak dan perubahan iklim global (Osunkoya dan Okwudinka, 2011). Selain itu, pengembangan bioenergi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dan membuka lowongan kerja terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu bioenergi yang banyak dikembangkan dewasa ini adalah biodiesel atau biosolar. Hambatan utama industri biodiesel di Indonesia adalah harga bahan baku berupa minyak nabati yang tinggi dan merupakan minyak konsumsi (edible oil) (Hala et al, 2011) hingga perlu dicari bahan baku (feedstock) alternatif. Salah satu bahan baku alami yang berpotensi sebagai sumber utama pengembangan biodiesel adalah limbah tebu yakni molase dan baggase.

Pemanfaatan Limbah Sugarcane Sebagai Bahan Baku Biodiesel
Pemanfaatan Limbah Sugarcane Sebagai Bahan Baku Biodiesel

Read moreBiology Project: Pemanfaatan Limbah Tebu Sebagai Bahan Baku Utama Biodiesel