Tahapan Perkembangan & Pertumbuhan Hewan

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 1 Average: 5]

Materi Lengkap Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan Hewan – Semua makhluk hidup pasti mengalami beberapa tahapan atau fase berbeda. Hal tersebut adalah bagian dari pola perkembangan dan pertumbuhan. Umumnya, perkembangan dan pertumbuhan pada manusia nyaris sama, yakni dimulai dengan adanya pembuahan sel telur dengan sperma. Hal tersebut juga berlaku terhadap hewan.

Pertumbuhan adalah rangkaian pertambahan ukuran. Perkembangan adalah rangkaian perubahan untuk menjadi lebih matang. Tahap-tahap perkembangan dan pertumbuhan pada hewan dibagi atas dua tahap, yaitu fase embrionik dan fase pasca-embrionik.

Fase Embrionik

Pada tahap perkembangan dan pertumbuhan di fase ini terjadi mulai dari zigot hingga embrio. Setelah itu, terjadi embriogenesis yaitu terbelahnya zigot menjadi embrio. Adapun kutub zigot tersebut terbagi ke dalam dua kutub, yaitu animal dan vegeta. Banyaknya jumlah kuning telur di kutub dapat memengaruhi tingkat kecepatan dari proses pembelahan.

Pada fase ini terdapat beberapa tahapan perkembangan dan pertumbuhan hewan yang terjadi, yaitu:

– Pembelahan Sel

Tahapan ini adalah suatu proses pembelahan sesuai dengan pola pembelahan kutub. Pada pola ini juga terjadi beberapa pembelahan, yaitu pembelahan sempurna (seperti katak dan bulu babi), serta pembelahan tidak sempurna (seperti ayam dan manusia).

– Blastulasi

Blastulasi adalah suatu proses yang terjadi setelah sel-sel yang terbelah menciptakan sejumlah besar sel dengan ukuran kecil yang disebut dengan blastomer. Blastomer tersebut nantinya secara terus-menerus akan membentuk rongga blastosol berisi cairan dengan cara melakukan pembelahan mitosis.

Gastrulasi

Proses diferensiasi mengakibatkan blastosol pada embrio mulai menghilang. Lekukan ke dalam (inavigasi) sel kutub negatif terjadi akibat pembelahan sel kutub fungsional yang terjadi secara cepat. Inavigasi tersebut selanjutnya membentuk 2 lapisan di dalam sel, yakni ectoderm (lapisan luar) dan (endoderm) lapisan dalam.

Lapisan ectoderm menjadi kulit, sedangkan lapisan dalam sel menjadi berbagai jenis saluran. Sementara, arkenteron adalah bagian tengah yang ada pada gastrula.

Di tahapan perkembangan dan pertumbuhan hewan berikutnya, arkenteron ini nantinya akan menjadi saluran pencernaan. Terdapat blastofor yang menjadi bagian luar pada gas yang terbuka menuju arkenteron. Bagian tersebut nantinya akan menjadi anus yang ujungnya akan terbuka sebagai mulut. Pada tahapan inilah nantinya akan terjadi lanjutan diferensiasi dari beberapa lapisan dalam sel menjadi mesoderm.

– Morfogenesis

Morfogenesis adalah tahapan dari proses perkembangan dan pertumbuhan yanh terjadi pada hewan yang diawali dengan berubahnya sel-sel bermigrasi saat gastrulasi, bentuk hewan, mulai tercipta sel-sel baru, serta adanya pergerakkan pada jaringan.

– Diferensiasi dan Spesialisasi

Pada proses ini, gen sebagai faktor internal hereditas mengendalikan diferensiasi fungsi sel dan struktur.

– Imbas Embrionik

Tahapan ini terjadi ketika sel lain akan memengaruhi diferensiasi sel di dekatnya. Lapisan luar sel (ectoderm), neural ektoderm, dan mesoderm akan membantu proses pembentukkan mata.

– Organogenesis

Tahapan perkembangan dan pertumbuhan hewan organogenesis yaitu proses terbentuknya organ turunan lapisan-lapisan embrionik.

Fase Pasca Embrionik

Fase ini adalah tahapan dari tumbuh kembang makhluk hidup sejak lahir atau menetas hingga menjadi makhluk dengan bentuk sempurna. Pada fase ini terdapat dua tahap, yaitu:

Metamorfosis

Metamorfosis yaitu proses tumbuh dan berkembangnya hewan menjadi individu yang dewasa setelah dilahirkan atau menetas, yang ditandai dengan adanya perubahan ukuran, bentuk tubuh, serta bagian-bagian tubuh hewan dari tingkat satu ke tingkat lainnya. Jenis proses metamorfosis yang terjadi pada hewan terbagi atas 2 macam, yaitu:

a. Metamorfosis Serangga (Insekta)

Serangga dikelompokkan berdasarkan terjadi atau tidaknya metamorfosis, meliputi holometabola, ametabola, dan hemimetabola.

– Holometabola

Holometabola adalah suatu organisme yang melakukan metamorfosis secara sempurna.  Hewan jenis ini mempunyai stadium telur, kemudian menjadi larva (ulat), lalu berkembang menjadi pupa (kepompong), dan akhirnya menjadi individu imago (dewasa). 

– Ametabola

Ametabola yaitu suatu organisme tanpa adanya sistem metamorfosis. Tahapan perkembangan dan pertumbuhan hewan ametabola yaitu dari stadium telur langsung menjadi imago (dewasa). 

– Hemimetabola

Hemimetabola adalah suatu organisme yang terjadi metamorfosis tetapi tak sempurna. Hewan jenis ini mempunyai stadium dari telur, lalu menjadi larva atau nimfa, kemudian berubah ke semi-imago, hingga akhirnya menjadi hewan imago (dewasa).

– Metamorfosis Katak (Amfibi)

Umumnya, tahap metamorfosis yang terjadi pada katak terbagi atas tiga stadium, yakni metamorfosis klimaks, prometamorfosis, dan premetamorfosis. Dalam premetamorfosis, telur yang sudah terbuahi akan berkomentar menjadi kecebong atau berudu. Ukuran berudu meningkat dan terjadi perubahan bentuk pada tubuhnya. Sedangkan di stadium prometamorfosis, kaki belakang berudu mulai muncul dan pertumbuhannya akan berjalan lambat. Pada stadium metamorfosis klimaks, akan muncul kaki bagian depan dan hilangnya ekor berudu.

Regenerasi

Regenerasi yaitu suatu proses perbaikan jaringan yang rusak, hilang, atau pun jaringan mati yang ada pada tubuh. Regenerasi tersebut dikendalikan oleh sel yang belum mengalami diferensiasi.

Demikianlah uraian materi tentang tahapan perkembangan dan pertumbuhan hewan. Semoga bermanfaat.