Tebu Tahan Dingin dan Kandungan Minyak Tinggi Ditemukan Oleh Ilmuan Amerika

Our Score
Apakah artikel ini memuaskan?
[Total: 0 Average: 0]

ScienceDaily.Com- Sugarcane (Indonesia:Tebu) yang awalnya hanya dikenal sebagai penghasil gula dikembangkan lebih lanjut oleh ilmuwan U.S. Department of Energy’s ARPA-E Energy Innovation Summit in Washington, D.C. Amerika Serikat sebagai tanaman tahan dingin dan berkadar minyak tinggi hingga dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Stephen P. Long, Profesor dari Universitas Ilinois yang menginisiasi proyek tersebut menerangkan bahwa biodiesel adalah topik yang menarik, berbagai bahan didapur saja dapat Anda konversi sendiri menjadi biodiesel.”

Penegmbangan Sugarcane PRG Tahan Dingin
Penegmbangan tebu PRG Tahan Dingin

Prof. Stephen menambahkan bahwa tanaman pangan seperti Sugarcane dan sorgum memiliki produktivitas yang sangat tinggi. Jika Anda mampu mengakumulasi minyak terutama pada batang Sugarcane, bayangkan berapa minyak bahan baku biodiesel yang Anda dapat perhektar lahan?” Dengan percobaan pertama yakni meningkatkan produksi minyak dalam tanaman Arabidopsis (suatu gulma mirip tanaman sawi), penelitian tersebut dilanjutkan dengan meningkatkan produksi minyak pada Sugarcane. Dan tim dari ARPA-E tersebut berhasil meningkatkan kandungan minyak sebesar 1.5%. Kenaikan kandungan minyak pada Sugarcane tersebut nampak remeh, namun, bila dibandingkan dengan produktivitas minyak kedelai, hasil tersebut dua kali lebih banyak. Tim peneliti ARPA-E juga menyatakan target utama mereka adalah meningkatkan produksi minyak dalam Sugarcane sebanyak n30%.

Sedangkan usaha mereka untuk mengembangkan Sugarcane PRG tahan suhu dingin dilakukan dengan cara menyilangkan tanaman tersebut dengan trerumputan yang banyak ditemukan disekitar Kanada yakni Miscanthus. Dengan harapan Sugarcane hasil persilangan yang dihasilkan dapat “mewarisi” sifat Miscanthus yang tahan suhu dingin. Sugarcane yang dikembangkan dari dua sifat tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi kelangkaan bahan bakar saat ini. Serta meningkatkan fotosintesis Sugarcane yang cenderung rendah didaerah bersuhu dingin.

Sumber: ScienceDaily.Com

Leave a Comment